My Instagram My Google+ LinkedIn My Facebook My Twitter RSS Feed

Vacation to Bali - Day 3 : Bali Zoo, Pasar Sukowati dan Pantai Kuta

   Memasuki hari ke 3 di Bali, saya bersiap untuk mengunjungi tempat wisata Bali Zoo. Bali Zoo ini terletak di Jalan Raya Singapadu, Gianyar, Bali. Perjalanan kurang lebih ditempuh selama 1 - 1,5 jam dari Pop hotel Kuta tempat saya dan keluarga menginap. Sesampainya Bali zoo, saya menuju loket pembelian tiket masuk Bali Zoo. Harga untuk wisatawan domestik +/- $ 8 dan untuk wisatawan asing dikenakan tiket masuk yang lebih tinggi lagi. dan tersedia juga tiket VIP.

Loket Masuk
 

 Setelah membeli tiket, kita akan melewati anak tangga yang naik untuk menuju gerbang masuk. sebelum mencapai gerbang masuk. kita akan disambut oleh 2 petugas Bali Zoo untuk foto dengan burung kakak tua yang eksotis. FYI, burung kakak tua nya udah jinak. Berhubung saya gak terbiasa megang binatang sejenis apalagi kuku2nya bercakar. Well, agak-agak merinding juga. Apalagi pas mau difoto burung kakak tuanya malaha ngeliatin saya (menghadapnya malah ke saya) takut dipatok obviously.. fuuuh,, syukurlah enggak.. 

  

   
   Wkwkwkwk, hasil fotonya cukup bagus walaupun mata saya menghadap ke burung kakak tua-nya karena takut.. (berlebihan) :)) Hasil fotonya bisa diambil ketika kita keluar tempat wisata. ditebus kurang lebih Rp. 160.000,- untuk mengambil 1 cetak foto dan cover penutupnya.

   Nah, setelah sesi foto kita akan menaiki anak tangga lagi dan sampailah kita pada gerbang masuk Bali Zoo dimana akan ada petugas yang memeriksa tiket masuk lalu mencap tangan kita dengan stamp Bali Zoo.

   
didepan Gate Masuk Bali Zoo
   
   Memasuki Bali Zoo kita akan disambut oleh Harimau. Tenang harimaunya dalam kandang kok. hehehe, tapi yang plus disini interaksi kita jadi lebih dekat dengan harimau-nya karena ada beberapa titik kandang dimana hanya kaca yang menjadi pembatas. jadi kita bisa melihat harimau secara lebih dekat. dan ukurannya itu super gede.. (gak kebayang kalo ketemu dihabitat aslinya di hutan). merinding..
   

  
   Di Bali Zoo ini interaksi kita sama hewan-hewan penghuninya juga cukup dekat. Ada beberapa burung merak yang sudah jinak dilepas. Lalu ketika kita memasuki area kandang burung, burung-burung tersebut dilepas. Sebelum memasuki area burung kita akan melewati gate pintu dimana terdapat tirai yang terbuat dari juntaian rantai. Memasuki area burung kita dapat melihat secara lebih dekat burung-burung yang bebas berterbangan. Bahkan kita bisa melihat kelelawar yang sedang tidur menggantung di pohon. Well, hal semacam ini gak bisa saya temui ketika mengunjungi ragunan. hihihihi.
   




   Area Bali zoo ini gak terlalu luas, jadi kurang dari setengah hari cukup bagi saya mengelilingi seluruh area Bali zoo ini. setelah zuhur, saya dan keluarga beranjak dari Bali zoo menuju pasar sukowati. Pasar Sukowati ini menjual beragam barang, makanan dll. asal jago nawar, tempat ini cocok banget buat tempat beli oleh-oleh. but siap-siap aja, baru turun dari mobil bakal dikerubungin sama ibu-ibu penjual aksesoris (gelang, kalung, dll). Intinya kalo gak niat beli hirauin aja, kalo dikasih harepan (nawar-nawar aja) nanti diikutin terus loh sama ibu-ibu penjualnya minta dibeli. Kalo gak mau beli lebih baik tolak dari awal.
   
  


 Terus di Pasar Sukowati ini juga harus pinter nawar. Tipsnya, jangan terpaku sama satu toko. Survei harga dulu. Tanya harga satu toko dan toko lainnya lalu bandingkan. Lalu ada kepercayaan unik juga disini, cerita dari kakak saya, kalo sudah nawar usahakan untuk beli. Jadi jangan nawar-nawar tau-tau gak beli. apalagi kalo ke pasar sukowati pagi hari. karena akan bawa sial.. sekali lagi katanya ya... nah jadi FYI, kalo mau nawar berarti udah ada niatan serius buat beli. Jadi usahakan kalo udah nawar disatu toko berarti akan berujung pada deal pembelian. Jadi beda ya, kalo mau survei harga terbaik tanya dulu secukupnya harga barang yang diinginkan lalu pergi ke toko lain untuk bertanya harga barang yang sama. Jangan tanya harga, nawar terus pergi... 

   Di pasar sukowati ini saya membeli banyak oleh-oleh untuk kerabat dan teman-teman. kain bali, baju, gantungan kunci, tas, celana,, (borong abiss) hehehhe. Nah pas mau balik ke mobil. Saya kembali dikerubuti oleh pedagang aksesoris. karena saya tidak enak pedagangnya memohon untuk membeli, saya beli kalung 1 buah dengan harga Rp.10.000,- pas bayar, datanglah lagi pedagang lainnya menawarkan kalung yang sama Rp. 15.000,- dapat 2 buah. Saya menolak, diberikan harga lebih murah lagi, yakni Rp. 20.000,- dapat 3 buah kalung. Wahh,, akhirnya saya beli. jadi tips lagi nih, IMO, semakin kita menolak akan diberikan harga yang semakin murah. wkwkwkwkkw.  Try it by yourself :D

   Di pasar Sukowati ini juga banyak pedagang makanan kaki lima yang menjajakan makanan halal dengan harga terjangkau. Jadi gak perlu khawatir bagi yang muslim, karena gak sulit menemukan makanan yang halal..
  
   Selesai berbelanja dan makan, kami beranjak dari pasar sukowati dan pulang menuju hotel. Selesai istirahat sebentar, sore harinya saya dan keluarga menikmati sunset di pantai kuta.. Pantai ini emang super duper mengesankan. Garis pantai yang panjang dan langsung menghadap laut lepas, membawa perasaan damai bagi siapa saja yang berkunjung kesini.



  Perjalanan hari ketiga saya di Bali diakhiri dengan bersantai dipinggir pantai kuta sambil menikmati keindahan alam ciptaan Allah S.W.T yang luar biasa indahnya. so, kalo ke Bali jangan sampe kelewatan untuk menikmati sunset, apalagi menikmatinya bersama orang-orang terkasih (ehemmm..) hihihi.. walaupun sayangnya awan mendung menutupi sebagian matahari. but overall, I enjoyed it. I love Bali....

 

Vacation to Bali - Day 2 : Pandawa Beach, Garuda Wishnu Kencana dan Jimbaran

   Setelah hari pertama mengunjungi wilayah timur pulau Bali,, di hari kedua liburan ini, saya mengunjungi tempat wisata yang berada di kawasan selatan pulau dewata,.

   Beranjak dari hotel sekitar jam 9 pagi, saya sekeluarga mengunjungi pantai Pandawa yang berada di selatan Bali. Perjalanan ke pantai ini cukup mulus dan ketika memasuki loket masuk kita akan disambut oleh tebing tinggi. Pada tebing-tebing ini terdapat bekas kerukan. Menurut bli made (driver yang menemani saya sekeluarga selama di Bali) dulu Pantai pandawa ini ditutup tebing. Jadi untuk membuka akses jalan menuju pantai, tebing-tebingnya dikeruk hingga akhirnya sekarang bisa menjadi  jalan untuk kendaraan.


  


Pemandangan pantai pandawa

 Jalanan menuju pantai Pandawa menurun setelah melewati loket masuk, harga tiketnya cukup murah. Rp. 3000,- per orang. Setelah melewati loket masuk, saya melewati tebing dimana pada terbing tersebut terdapat 5 patung pandawa dari tokoh cerita pewayangan Mahabharata yang ukurannya cukup besar, kelima patung pandawa ini bisa dijadikan spot yang bagus buat foto-foto.






  
   Setelah melewati deretan patung pandawa, akhirnya kami sampai di Pantai di Pandawa.. Kesan pertama yang saya rasakan ketika menginjakan kaki disini adalah Suerr pantainya bagus dan bersihhh banget,,,, 






   Pasir putih, deburan ombak, udara yang segar membuat saya ingin buru-buru ke pantai untuk berenang, ketika sampai disini saya juga melihat banyak bule yang sedang berjemur sepanjang mata memandang. 
   Di pantai pandawa ini terdapat deretan kursi malas untuk berjemur dengan payung untuk berteduh, harga sewanya Rp. 50.000,- per payung (1 payung terdapat 2 kursi panjang untuk isirahat). harga tersebut untuk sewa seharian (sampe bosen) Smiley    

   


  
   Kebetulan saya mengunjungi pantai ini pas weekday (jumat pagi) jadi sepi... mayoritas yang saya temui disini adalah bule-bule yang berjemur dan berenang. Disini juga gak perlu khawatir kelaperan,. karena terdapat jejeran toko kelontong yang menjual minuman,  kelapa muda dan berbagai macam makanan.

   


  

   Semakin siang matahari semakin menyengat, apalagi disini gak ada pohon kelapa sepanjang pantai. Jadi IMO, kalo mau berenang ke pantai Pandawa lebih enak pagi kalo gak mau kulit kebakar banget, saya sendiri udah pake handbody banyak banget tapi kulit dibagian punggung lecet-lecet karena paparan sinar matahari. Jadi jangan lupa bawa handbody yang kandungan SPF nya tinggi kalo kulit gak mau kebakar. Smiley

   Siang harinya, saya dan keluarga beranjak dari pantai Pandawa menuju Uluwatu, memasuki kawasan wisata pura Uluwatu, di gerbangnya terdapat banyak monyet yang bebas berjalan-jalan. ada yang dibawah pohon, makan chiki di pinggir trotoar bahkan ada yang lagi nongkorong diatas mobil Smiley. kami diberitahu oleh bli Made (driver kami) kalo disini jangan ngeluarin yang aneh-aneh yang menarik perhatian para monyet. Kacamata, HP, tablet, kamera lebih baik di simpan baik-baik dalam tas. Bahkan harus hati-hati juga sama tas, karena bisa juga kalo tas kita menarik perhatian (warna tas yang mencolok, dsb), monyet bakal tertarik untuk mengambil. Wahh gaswat banget nih disini,. dan bener aja, Hp papa saya menjadi korbannya.

Pelaku pengambilan HP :))

   Papa saya ketika turun dari mobil mengambil foto monyet yang sedang duduk santai diatas mobil. hihihi. Ketika saya menuju loket karcis masuk, papa saya mengambil foto suasana Uluwatu di dekat parkiran mobil. Papa saya gak sadar ada monyet yang mendekat. Dengan cepat hp papa saya berpindah tangan ke tangan monyet jahil  Smiley. Monyet ini menarik hp papa saya dari belakang ketika papa saya lagi megang hpnya. papa saya panik dan mengejar si monyet. Hp papa saya dibanting-banting (dikira makanan kali ya) Smiley. Untung masih rejeki papa saya, si monyet terus membanting hp papa saya sampe  terpisahlah antara hp, penutup baterai dan baterainya. Dengan sigap si monyet ngambil baterai hp dan langsung kabur menjauh menuju hutan. Hp papa saya retak, tapi syukurlah lcd nya gak kenapa-kenapa. dan yang paling untung bukan hp-nya yang dibawa. Whahahhaha.

  Adegan kejar mengejar baterai ini sempet jadi tontonan semua turis di depan loket masuk Smiley, saya masih berusaha mengambil baterai dari si monyet nakal, ada warga lokal yang menjual pisang, akhirnya saya beli dengan harga Rp.20.000,- gak bisa ditawar,, Smiley Lumayan mahal yak buat ukuran beberapa buah pisang kecil, well nevermind,. harapan saya dengan buah pisang ini saya bisa mengembalikan baterai Hp papa saya. Huuuu,, ternyata monyetnya gak mau pisang,, monyet yang aneh.. si monyet malah pergi semakin jauh. Yah... ternyata baterai hpnya memang harus diikhlaskan dibawa pergi si monyet nakal Smiley   

   Wah karena insiden ini saya jadi batal ke Uluwatu, jadi trauma sama monyet.. Akhirnya  saya skip tempat wisata Uluwatu. kami kembali ke mobil dan pergi menuju Garuda Wishnu Kencana cultural park. Dalam perjalanan menuju GWK, bli Made bahkan bercerita kalo banyak turis yang kamera, kacamata-nya dll diambil monyet di Uluwatu. . Serem juga nih monyet-monyetnya,, Smiley  

   Memasuki Garuda Wishnu Kencana cultural park, kita akan disambut oleh patung - patung yang artistik. dan Syukurlah di GWK gak ada monyet Smiley . FYI, Tiket masuk GWK per orang Rp. 50.000,-

Well, karena patung GWK ini cukup iconic, jadi jangan sampe melewatkan tempat wisata yang satu ini kalo ke Bali. Selain foto-foto di berbagai objek patung yang ada, kita juga dapat menikmati pertunjukan kesenian tarian tradisonal bali yang dipertunjukan setiap jam.

Barong Dance





Pemandangan dari puncak GWK





  Datang ke GWK pas siang hari dan ketika udara panas memang bikin males buat jalan keliling, maunya ngadem aja di celah antara batu besar di komplek GWK,, hihihi,. kalo GWK jangan lupa bawa air karena udara yang panas bikin cepat haus. Kacamata, topi juga jadi daftar list barang bawaan yang wajib ditas kalo gak mau silau dan kepanasan. Well disini juga ada toko dan restoran dengan harga yang lumayan terjangkau.



Suasana sepi pada siang hari

   Setelah puas mengelilingi GWK dan menonton tarian tradisional Bali, sore harinya saya sekeluarga beranjak dari GWK Cultural Park menuju Jimbaran untuk menikmati sunset sambil menyantap hidangan makan malam (early dinner) hehehhehe..

   Perjalanan dari GWK ke Jimbaran ditempuh kurang dari satu jam, kira-kira sekitar 30 - 40 menit. sesampainya di Jimbaran, saya sekeluarga menuju Baliku Restaurant. Saya sudah melakukan reservasi via internet jauh-jauh hari untuk makan disini (niat banget) Lol. jadi sebelum ke Jimbaran ada baik nya review tempat dan harga yang cocok biar gak bingung . Smiley  

Suasana dari Baliku Restaurant, Jimbaran






   Di Baliku Restaurant ini saya memesan menu paketan,  FYI, saya mendapatkan harga yang lebih murah dari harga normal karena saya membeli voucher di salah satu website yang khusus voucher atau barang yang dijual dengan harga diskon. Jadi, bagi yang mau liburan bisa juga memanfaatkan webiste-website yang menawarkan potongan harga. cukup membantu untuk meminimalisir budget apalagi kalo buat rame-rame. hihihi. well, rajin-rajin aja kalo rencanain liburan memanfaatkan internet biar dapet referensi lebih yang menguntungkan :))




Makanan paket yang disajikan berisi 1 ekor ikan bakar berukuran sedang, 3 tusuk sate cumi, 4 pcs kerang asam manis, 2 pcs udang bakar, kangkung rebus, sambal asam manis dan sambal matah khas bali serta nasi. Rasanya enak dengan harga yang cukup worth it.

   Pantai Jimbaran ini cukup bersih,, berjalan-jalan sore diatas pasir yang disinari matahari yang mulai terbenam. memandang laut lepas dengan cahaya keemasan sinar matahari senja yang mulai berganti malam... aaaa... I hope I can go back there again someday with my future husband.. it will be so lovely to enjoy the sunset with someone that you love. aduuh maap jadi curcol dikit. Smiley

   Selesai menikmati makan malam disini saya dan keluarga kembali ke hotel untuk beristirahat. Well, ini akhir dari perjalanan liburan hari kedua saya di Bali. But, the holiday is not over yet. Masih ada cerita liburan saya untuk hari berikutnya. Stay tuned :)