My Instagram My Google+ LinkedIn My Facebook My Twitter RSS Feed
Showing posts with label My Life. Show all posts
Showing posts with label My Life. Show all posts

Sedikit Sharing Perjalanan Karir Saya Sampai Saat Ini

Hi.... I’d like to write something about my career journey. Heheheh. Gak terasa ternyata bulan Mei ini tepat udah 10 bulan saya bekerja di tempat kerja saya yang sekarang ini. Tepat kira-kira setahun yang lalu saya sedang menjalani proses interview di Sin*rm*s Pulp and Paper Head Quarter yang di Serpong. Setelah saya mencoba peruntungan dengan apply through j*bstr**t untuk lowongan yang ada.

Flashback..

Setahun yang lalu saya menjalani proses tes tertulis dan interview dengan user yang saat ini menjadi atasan saya sekarang. Maret 2014 lalu saya sudah lulus sidang skripsi dan sudah yudisum, akhirnya saya coba apply lamaran via internet untuk mencoba jenjang karir baru karena belum ada tawaran untuk kenaikan jabatan di kantor lama. Huhuhu. (saya kerja sambil kuliah waktu itu. Jadi senin - jumat saya kerja di kantor konsultan PMA daerah Thamrin lalu sabtu dan minggu saya kuliah di Es* *ngg*l ambil kelas ekstensi. Saya memilih jurusan sumber daya manusia Fakultas Ekonomi. Lengkap yahh.. Whahaha).

FYI, Kerja sambil kuliah itu gampang-gampang susah buat dijalanin, harus pinter-pinter bagi waktu dan konsentrasi. Apalagi pas nyusun skripsi. Alhamdulillah di tempat kerja saya yang dulu kondisi nya mendukung sehingga Alhamdulillah S1 saya bisa rangkum dalam waktu 3,5 tahun. Apalagi dulu kuliah ambil kelas ekstensi yang Sabtu - Minggu, terbayar sudah perjuangan menghabiskan banyak waktu di kampus disaat yang lainnya weekend cantik, melewatkan malam minggu untuk duduk manis di kelas sampai jam 21.30 malem. Agak amazing juga kalo ngebayangin saya bisa melwati itu semua.. hahhaha Ok -Skip-

Awal tes masuk disini saya juga gak bisa berharap banyak, karena as we know untuk tes awal (tes tertulis dan phsycotest) itu kan masih tahap awal banget dalam proses penerimaan. Jadi saya hanya berusaha menjalani tesnya sebaik mungkin. Sisanya tinggal berdoa, :) karena kandidatnya itu beberapa orang. Sedang posisi yang available hanya untuk 1 orang.

Setelah selesai phsychotest saya dan kandidat lainnya langsung diinterview oleh user. Saya waktu itu mendapatkan urutan kedua, jadi sambil menunggu saya duduk rileks sambil membayangkan “apa bakalan keterima ya... “ whahhaha, sekedar ngebayangin aja apakah rezeki saya bakalan disini atau enggak. Karena pada saat itu, saya sudah menjalani proses interview dan tes di 4 perusahaan (termasuk ini). Satu perusahaan properti di daerah Sudirman (vacant : HRD officer), satu perusahaan apparel di daerah rasuna said kuningan (vacant : secretary) dan satu universitas di daerah jakarta selatan (vacant : career development officer) Cuma lebih berharap kalau saya bisa keterima disini. karena letak tempatnya yang tidak jauh dari rumah dan perusahaan ini adalah salah satu perusahaan skala besar dalam bisnisnya, jadi harapannya lebih settle jika untuk bekerja dalam jangka panjang / kedepannya.

Tiba giliran saya masuk dan ternyata user-nya adalah WNA bule (Mr. JK namanya). Saya diinterview juga oleh beliau dan 2 subordinates-nya yang sekarang ini menjadi officemates saya yaitu Pak Kenny dan Pak Andrew.

Awal interview user meminta saya menceritakan tentang diri saya, saya ditanyai mengenai mengapa saya tertarik bergabung disini. Saya menjawab semua dengan lancar, Alhamdulillah...

Hal yang lucu adalah ketika Mr. JK menanyakan saya mengenai kenapa saya interested belajar bahasa Norwegia. (saya mencantumkan di CV kalau saya adalah beginner dalam mempelajari bahasa Norwegia). Alasan saya adalah karena saya ngefans banget sama Kings Of Convenience dari zaman SMP. Jadi saya berharap saya bisa ketemu mereka, entah kalau mereka menggelar konser disini saya bisa datang ke konsernya, bertemu dan menyapa atau mengobrol (mungkin)..:DD karena mereka menginspirasi saya untuk mencari tau lebih dalam tentang Norwegia. Beliau tertawa dan menanyakan bagaimana kalau belajar tentang bahasa Finlandia. Oh saya baru tau ternyata Mr. JK ini berasal dari Finlandia.

Setelah selesai proses interview selesai user mengabarkan kalau saya lolos saya akan dikabari kurang lebih 2 minggu kedepan. Selesai proses interview tersebut saya kembali ke rutinitas pekerjaan di kantor lama seperti biasa, sambil berharap saya akan diterima di salah satu dari keempat perusahaan yang telah saya datangi..


Kekuatan Doa...

Yah kita harus percaya sama yang namanya kekuatan doa. Sebagai seorang muslim, yang saya lakukan setelah melakukan usaha yang terbaik sisanya tinggal berdoa kepada Allah S.W.T untuk diberikan yang terbaik. Satu minggu berlalu, sampai masuk minggu kedua belum ada kabar juga dari keempat tempat tersebut. OK saya berpikir saat itu mungkin belum rezeki saya di semua tempat tsb. Sampai pada hari kamis di minggu kedua setelah interview terakhir di S*n*rm*s, akhirnya saya mendapat telpon.... dan ternyata itu dari S*n*rm*s p*lp and p*p*r. Wah rasanya kaget dan senang campur aduk deh. Whahahha. Ketika ditelpon itu saya posisinya lagi pulang kerja dan dalam kopaja menuju stasiun sudirman, kebayang dong berisik suara mesin, pengamen dan ramenya orang yang ada di dalam kopaja. :)) walaupun suaranya tidak terdengar jelas, tapi intinya dari pihak recruitment mengabarkan bahwa mereka telah mengirimkan email offered salary dari perusahaan. Dengan kata lain saya hanya perlu membaca enailnya dan saya diundang untuk menandatangani perjanjian kerja di hari selasa minggu berikutnya. aka jika saya setuju dengan salary dan benefit yang ditawarkan, saya diterima disana.

Setelah membaca email, dan saya menemukan offering yang lebih dari yang saya bayangkan sebelumnya, saya menyetujui. Akhirnya saya datang ke kantor serpong untuk menandatangani perjanjian kerja saya juga diberikan surat pengantar untuk menjalani Tes Kesehatan di Ek* Hospital. Saya bersyukur pada Allah S.W.T ... Karena semua pencapaian saya ini tidak terlepas dari usaha dan doa yang saya panjatkan serta kedua orang tua yang selalu mendoakan saya..


Menjelang Resign dari kantor lama

Campur aduk rasanya.. Apalagi saya udah bekerja kurleb mau 4 tahun disana. Hal yang pertama saya lakukan setelah keterima di tempat baru adalah saya mengirimkan email ke atasan di kantor lama saya (Mr. Dean) perihal pengunduran diri saya efektif per awal agustus 2014. Karena setelah lebaran (awal agustus 2014) saya resmi bergabung di Sin*rm*s. Baru pada saat itu saya ditawari untuk kenaikan salary dan jabatan.. Tapi yaa apa mau dikata, sudah telat kalau ditawarinya setelah semua proses yang saya jalani saat itu.. Sedih juga sejujurnya, karena disini sudah seperti comfort zone buat saya, saya membayangkan apa di tempat baru akan enak.. Dll. Tapi memang kita harus keluar dari comfort zone untuk mencoba tantangan baru agar lebih berkembang,, saat itu juga saya mendapat telpon dari perusahaan apparel yang di kuningan, tapi apa mau dikata juga saya sudah diterima di Sin*rm*s, mungkin ini yang dinamakan kalau rezeki memang gak kemana. memang rezeki saya sudah di S*n*rm*s :)

Hari-hari terakhir di kantor lama, satu persatu colleagues memberikan hadiah kenang-kenangan untuk saya *terharu* dan saya pun tidak lupa membelikan makanan sebagai farewel party :’’) hari terakhir bekerja di kantor lama saya juga tidak lupa untuk berfoto dengan semua rekan-rekan kerja saya dan memfoto meja kerja saya yang telah saya tempati salema ini :’’)


Awal masuk kantor baru

Hari pertama ... It felt like homesick. Lingkungan kerja baru, orang-orang baru, team baru, semuanya serba baru.. Posisi kerja baru, tugas + tanggung jawab baru, wah semuanya seperti memulai dari awal lagi. Memang bukan hal yang mudah untuk beradaptasi, tapi gimana pinter-pinternya kita membawa diri. Alhamdulillah di divisi tempat saya bekerja orangnya asik-asik. Walaupun I am the only woman di departemen, sisanya cowo semua... Saya bekerja sebagai sekretaris. Karena divisi engineering yah pastinya isinya engineer semua. Saya disini memiliki tugas untuk assist kepala divisi , kepala departemen dan kepala seksi, mantain travelling engineers, membuat laporan ke atasan, menjadi note taker pada saat meeting dll.

Walaupun notabennya pekerjaan saya ini tidak sesuai dengan saya sebagai lulusan manajemen sumber daya manusia. tapi saya cukup menikmatinya :D Dimana saya disini memanage banyak kepala dan mengatur aktivitas di divisi agar berjalan dengan baik. Apalagi dikantor saya sebelumnya juga saya berpengalaman sebagai admin assistant. Mungkin dari pengalaman kerja sebelumnya yang membuat saya memang untuk kedepannya berkarir untuk posisi saya saat ini.

Yang bikin makin homesick adalah hari pertama saya bekerja di tempat baru, pada saat makan siang teman kantor saya menelpon menanyakan bagaimana suasana di kantor baru. Huhuhuhu.. Rasa kangen sama suasana kantor lama pastinya tidak mudah untuk dihilangkan, apalagi kebersamaan saya dengan teman-teman dikantor lama itu solid banget. Alhamdulillah walaupun sudah resign saya masih tetap berkomunikasi dan menyempatkan diri untuk dapat bersilaturahmi dengan mereka.

10 bulan sudah saya disini....

Gak terasa bulan ini sudah menginjak 10 bulan saya disini, saya sudah merasakan kenyamanan di tempat kerja saya yang baru. Alhamdulillah saya memiliki rekan-rekan kerja yang baik di Divisi saya, atasan yang baik. Dengan di bagian kepala departemennya terdapat 2 WN Finlandia (Mr. JK dan Mr. JA), 2 Bule lainnya yakni Mr. RM dan Mr. PB dan 1 orang WN Taiwan (Mr. CSC). Kepala divisi nya sendiri adalah WN Taiwan (Mr. WPZ). Rekan-rekan kerja disini juga sangat friendly walaupun divisi sering sepi karena sebagian penghuninya lebih sering travelling.

Saya juga sudah memiliki teman-teman lainnya dari berbagai divisi. Saya merasa senang karena saya memiliki teman-teman wanita dari divisi lain. Sebagian lainnya juga laki-laki. Mereka sangat welcome, karena pertemuan yang sering di mushola kantor keakraban kami terus terjalin, lunch dan hangout bareng setelah jam kantor berakhir :> begitupun halnya dengan teman-teman di divisi, saya sering lunch bareng dengan mereka. Hampir lebih sering dengan Pak Kenny, Andrew dan Henry.

Disini juga walaupun peegawai yang beragama muslim  tidak begitu banyak, tapi yang bagusnya adalah disini diadakan tausiah mingguan untuk para pegawai yang muslim tsb. Siraman rohani setiap minggu cukup baik menurut saya untuk menambah ilmu agama islam.

Oh ya, karena bekerja disini juga saya jadi tertarik untuk belajar bahasa mandarin. Saya sudah mendaftarkan diri pada tempat kursus bahasa mandarin di dekat rumah. Semoga kursusnya berjalan dengan baik dan saya dapat memiliki kemampuan berbicara bahasa mandarin secara lancar (segera) :)

Sudah lebih dari 10 bulan juga saya tidak merasakan kemacetan Jakarta, :’)) lari di stasiun karena takut tertinggal kereta, lari di stasiun sudirman untuk bisa tap tiket duluan di tapping gate (karena manusia-nya banyak banget yang turun di st. Sudirman kalo hari kerja, jadi antriannya buat tap di gate aja bisa mengular) , berebutan naik metromini / kopaja, lari di trotoar thamrin menuju kantor karena hampir telat apalagi zaman dulu naik busway, sampai rumah jam 7 itu udah alhamdulillah banget, karena macet waktu tempuh dari thamrin ke rumah itu bisa 2 jam bahkan lebih. Apalagi kalo hujan, wah apek! The worst experience itu pernah sampe rumah jam 1 pagi karena hujan; banjir; macet parah dimana2 karena banjir. Padahal dari kantor jam 5 sore. Fiuhhhh

Sekarang Alhamdulillah banget waktu tempuh ke kantor cukup sekitar 30 menit dan macetnya juga masih masuk akal cuma pas lampu merah dan perempatan atau angkot ngetem... Bahkan kadang gak ada macet sama sekali.

Dari semua pengalaman yang telah saya jalani ini yang saya rasakan adalah jangan pernah menyerah untuk mengejar impian dan jangan pernah takut untuk mencoba. Saya gak pernah membayangkan sekarang saya jadi berkarir disini. Semua gak akan terjadi kalo gak saya gak mencoba untuk apply pada lowongan yang ada waktu itu, semua gak akan jadi seperti ini kalo saya gak berusaha sebaik mungkin waktu tes dan interview, semua gak akan jadi seperti ini tanpa ada campur tangan Allah S.W.T yang menggariskan kalo rezeki saya memang disini <3 br="" nbsp="">

Alhamdulillah.

Sharing Pengalaman Kursus Mengemudikan Mobil

Berawal dari keinginan untuk memiliki kendaraan roda 4 suatu saat nanti..Hehehhe, tapi belum memiliki kemampuan untuk mengemudikannya :)) whahah, dari latar belakang itulah yang membuat saya berkeinginan untuk belajar mengemudikan mobil. Apalagi boo ya zaman sekarang gak laki-laki gak perempuan, tua muda bahkan ada yang masih ababil udah bisa mengendarai mobil,, Maka semakin kuat motivasi saya untuk bisa mengendarai kendaraan roda empat ini mengingat saya adalah wanita yang sudah dewasa *apasih* :)) OK -skip-

Setelah browsing internet untuk membaca teori mengendarai mobil, browsing video di yo*tube untuk menonton tutorial mengendarai mobil dan browsing tempat kursus belajar mobil di daerah Tangerang (karena domisili rumah ane di Tangerang yah pasti nyari tempat kursus daerah Tangerang lah ya,, ya kali daerah Depok :)) Akhirnya pilihan ane jatuh pada T*lent* J*y*.

Tempat kursusnya dekat dengan rumah ane (cuma sekitar 10 menit) dengan alasan letaknya yang gak jauh dari rumah dan terdapat pilihan kursus mengemudi pada saat weekend. Tempatnya terletak di Jalan Benteng Betawi, dekat dengan stasiun poris. Ane memilih kursus mobil manual (8 kali pertemuan) dengan biaya +/- 650 ribu rupiah untuk pertemuan setiap hari sabtu-minggu (durasi setiap pertemuan adalah satu jam).

Pertemuan Pertama

15 menit sebelum jadwal saya sudah tiba di tempat kursus, setelah mengisi daftar hadir dan menunggu instrukturnya, tibalah waktunya untuk memulai kursus. Instruktur mengarahkan saya pada mobil yang akan saya kendarai, Pada pertemuan pertama ini saya diperkenalkan pada instrumen kemudi yang ada. Setelah itu, Intsruktur mengarahkan saya untuk mengatur posisi bangku kemudi agar pas dengan pedal kopling, rem dan gas dibawah. Setelah posisi pas, Saya memasang sabuk pengaman dan instruktur mengarahkan saya untuk men-starter mobil. Wah rasanya deg-degan dan masih agak bingung harus apa nih... Tapi tenang aja lah ya, kan ada instruktur yang tugasnya memang untuk memandu kita :D Apalagi kalo mobil yang ada di tempat kursus mobil, instruktur juga memiliki kontrol untuk mengendalikan kopling dan rem.

Instruktur mengajari saya untuk mengatur injakan gas yang konstan. Pada pertemuan pertama intruktur mengatur agar injakan gasnya bisa konstan di kecepatan max 30 km/ jam. Setelah itu intruktur langsung mengarahkan saya untuk langsung terjun ke jalan. Rasanya tambah dag dig dug serrrr... Whahahhaha.. Kuncinya kita harus fokus, jangan panik dan ikuti aja apa yang dikatakan oleh instruktur.

Pada pertemuan pertama ini alhamdulillah berjalan lumayan. Dikarenakan saya belum pernah mengendarai mobil sama sekali sebelumnya, jadi sempat sekali mati mesin ketika mengerem lama saya lupa menginjak kopling.Kketika belokan saya masih bingung untuk mengontrol gas, kopling dan rem. 

Leason learned hari pertama : Buka pintu mobil, masuk mobil, posisikan bangku kemudi, setelah OK pasang sabuk pengaman, starter mobil, nyalakan AC , radio (optional), injak kopling dan rem sebelum menurunkan rem tangan (injak rem diperlukan untuk jaga-jaga jika posisi mobil tidak rata, kalau rem tidak diinjak maka ketika rem tangan diturunkan maka mobil akan bergerak. Kalau posisi mobil ada dijalanan rata a.k.a tidak bergelombang dan menanjak maka tidak perlu injak rem). Setelah itu masuk gigi 1, angkat kopling perlahan maka mobil akan berjalan, mulai gas dan sesuaikan kecepatan, jika kecepatan sudah cukup masuk untuk masuk gigi 2, injak kopling penuh untuk pindah gigi. Angkat lagi koplingnya perlahan dan mulai gas lagi secara perlahan..

Untuk berhenti : injak rem perlahan, kalau kecepatan mobil menurun, diiringi dengan menginjak kopling (injak koplingnya diseimbangkan kedalaman injaknya). Jika berhentinya dalam posisi sampai mobil berhenti tidak sebentar (misal ada macet panjang di depan mobil, dll) maka setelah injak rem disarankan kopling injak penuh dan turunkan gigi; kalau posisinya berhentinya lama ke netral, tapi kalau masih jalan bisa di gigi 1 atau 2. Kalau posisi giginya pada gigi 1 atau 2 berarti tidak perlu turun gigi :D koplingnya injak perlahan dengan rem, kalau macetnya lama setelah kopling ditekan dalam / ditekan habis gigi bisa diposisikan netral.

Untuk berbelok : kecepatan diturunkan, berbelok biasanya gunakan gigi 1 atau 2, tergantung medan yang dilalui juga sih. Kalau ketika sebelum berbelok mobil dalam posisi mengerem dulu (misal karena depan macet, dll) setelah mengerem maka ketika stir stabil, injak kopling penuh dan turunkan gigi ke gigi 2 atau 1, angkat kopling perlahan (setengah) tinggal posisikan kaki dengan kopling setengah tersebut dan rem jika dibutuhkan untuk mengerem (kontrol rem). Kalau pas belok lancar-lancar saja kondisi jalanannya, kita tinggalkan turunkan kecepatan saja (turunin gigi = optional) lalu mulai berbelok dan setelah stir stabil dan kondisi jalan memungkikan untuk lepas kopling perlahan dan nge-gas, kita bisa mulai tambah kecepatan..

Untuk berbelok putar balik : Instruktur mengarahkan saya untuk di gigi 1 sebelum berbelok. Jadi setelah ada di-gigi 1 angkat kopling setengah dan tinggal kontrol kopling setengah dan kontrol rem.

Mematikan mobil :Setelah mobil berhenti, (mengerem, kopling injak penuh lalu posisikan gigi netral). Angkat rem tangan, kaki yang masih menginjak kopling dan rem bisa diangkat, matikan AC dan radio,stir bisa di lock dan kunci mobil bisa dicabut. :D

Dan last but not least kontrol stir kemudi juga diperlukan. Tinggal lihat spion kanan kiri guys, :D



Pertemuan Kedua dan Ketiga

Pada pertemuan kedua ini masih sama dengan pertemuan pertama, melancarkan kemampuan mengemudi pada jalanan yang lurus san berbelok. Pertemuan kedua pastinya lebih baik dari pertemuan pertama karena jauh lebih belajar :D walapun instrukturnya agak cerewet . Entah berapa kali intruktur mengucapkan kalimat “kan udah saya bilangin.. “ Whahahahha, tapi gak apa-apa lah ya tinggal gimana kita yang lagi belajar mau diarahin..


Pertemuan Keempat

Pada pertemuan keempat ini saya diajarkan teknik mengendarai mobil ketika dalam posisi menanjak dan macet, macet padat merayap dan macet total yang berhentinya lama.

Jika padat merayap : Gigi 1, kopling setengah dan rem. Ketika jalan koplingnya diangkat setengah lalu rem dilepas. Jika berhenti lagi karena depannya macet rem injak lagi kopling tekan full..

Opsi lain biar kaki kiri tidak perlu injak kopling, rem tetap diinjak oleh kaki kanan dan gigi bisa dinetralkan >> injakan rem jangan sampe dilepas pemirsaah.. Kalo enggak mobil bisa mundur.

Kalau mobil depan sudah mulai jalan, kopling injak full, masuk gigi satu (posisi kaki kanan tetap injak rem) kopling angkat perlahan (rasakan kira2 mobil jalan kalo injakan rem dilepaskan). Setelah mengira2 kopling (kopling setengah, baru injakan rem lepas). Jadi kopling diangkat setengah secara perlahan baru injakan rem dilepas.

Opsi lain pakai rem tangan : Jika posisi macet yang lama di tanjakan opsi lainnya adalah setelah injak rem dan kopling diinjak full, gigi bisa di netralkan lalu tarik rem tangan. Nah ini yang paling PW kalo dalam posisi macet yang lama di jalanan menanjak. Jadi kaki kita gak perlu lagi injak kopling atau rem a.k.a bisa duduk santai. Heheheheh. Jika mobil depan mulai jalan, Rem injak kopling juga full injak lalu rem tangan kita bisa turunkan. Ingat injakan rem yang bagian kaki jangan sampe dilepas kalo enggak mobil mundur pemirsah :D, setelah menurunkan rem tangan masuk gigi 1, lepas kopling perlahan (setengah) dengan pedal rem masih tetap diinjak. Rasakan deruman mesin (by feeling sama seperti yang dijelasin diatas) jadi ketika pedal rem kita lepas mobil berjalan.

Lalu saya juga diajari ketika lampu merah agar kaki tidak pegal menginjak kopling. Kita bisa netralkan gigi jadi kaki bisa istrirahat untuk menginjak pedal kopling. Setelah kira2 akan lampu hijau kopling injak full baru masuk gigi 1 --> angkat kopling perlahan jika sudah hijau lampunya :)


Pertemuan Kelima dan Keenam

Pada pertemuan ini saya hanya melancarkan dengan mengemudikan mobil dijalan raya dengan teknik yang sudah dijarkan oleh instrukstur. Alhamdulillah berjalan sukses. Walaupun kendalanya pas mau muter balik harus hati-hati sama motor karena ada tulisan “Latihan” yang segede gaban pada bagian mobil yang saya kendarai masih aja para bikers gak mau ngalah. Apalagi gak ada tulisan latihannya ya.. Harus super duper memegang kontrol atas mobil yang kita kendarai.

Pertemuan Ketujuh

Pada pertemuan ketujuh ini saya belajar parkir mundur. Yang menjadi peranan disini cuma kontrol stir dan feeling. Alhamdulillah lancar :)

Pertemuan Kedelapan

Pada pertemuan kedelapan ini saya hanya melancarkan lagi apa yang sudah dipelajari. Gak terasa sudah memasuki pertemuan terakhir kursus mengendarai mobil.

Ternyata belajar mobil itu gak sesulit yang saya bayangin sebelumnya. Bagi yang belum bisa mengendarai mobil atau baru mau belajar bawa mobil, pesannya yang penting harus ada kemauan dan usaha yang kuat buat belajar pasti bisa.. Dan jangan lupa baca doa sebelum mulai berkendara semoga semuanya lancar dan aman. Semangatt ^^

Vacation to Bali - Day 6 : Puri Bunga Resort & Spa Ubud

   Yuhuuuu,, posting ini adalah posting lanjutan mengenai vacation report saya di Bali. Ubud merupakan destinasi terakhir dari perjalanan liburan saya dan keluarga. Kami menginap satu malam di Puri Bunga Resort and Spa Bali. Resort ini terletak di Jalan Raya Kedewatan Ubud Gianyar Bali.

   Suasana resort ini cukup asri, setelah kita melewati pintu gerbang masuk dimana samping kanan dan kirinya dipenuhi pohon-pohon yang membuat susana rindang dan segarr... setelah melewati jalan masuk kita akan sampai pada bangunan dimana terdapat meja dan kursi sofa empuk untuk menunggu, kita juga akan disambut oleh frontliner resort.



   Selesai check-in, saya diantar oleh 2 orang staff resort yang membawakan koper kami menuju kamar, kami menuruni anak tangga yang lumayan, jadi letak penginapannya itu menurun ke bawah. bagi orang yang sudah berumur siapin kaki aja ya buat nurunin tangga. hihihi. Jalan yang kami lalui dari tempat check-in ke kamar tidak begitu jauh. saya menempati kamar di lantai 2. Saya sendiri memesan 2 kamar yang letaknya bersebelahan dengan kakak saya. Begitu pintu kamar dibuka, wwoow,, kesan penginapan yang bernuansa alami elegan menyambut kami.furniture dalam kamar tidurnya itu terbuat dari kayu dan yang paling saya suka itu adalah tempat tidur yang dihiasi dengan kelambu putih,. lalu lampu berwarna kuning yang menambah kesan hangat dan romantis. Hehehhe. sukaa banget,,, dan bathroomnya itu luas ditambah ada bath tube nya..






   Resort ini cocok banget buat yang mau honeymoon. Suasananya tenang dan sepi,,  Total kamar penginapan di resort ini ada 8 kamar. Ketika saya check-in disini, hanya ada 1 kamar yang terisi dilantai bawah. Jadi terasaa banget sepinya.. keliling kesana kemari yang saya temui hanya 2-3 orang pegawai yang sedang bekerja (kayak resort pribadi) :)). dan walaupun letak kamar penginapannya menurun kebawah dari pintu masuk resort, tapi ternyata ketika kita sudah didalam resort ini, pemandangannya itu indah banget... jadi letaknya ternyata gak dibawah banget. dari sini masih ada bawahnya lagi jadi letaknya tinggi ternyata. kita bisa melihat hamparan bukit yang hijauu seger, pemandangan gunung dan menjorok lebih dalam ke bawah terdapat aliran sungai yang biasa digunakan untuk rafting. kereen abis deh, cuma suasana sepinya aja yang kurang cucok buat saya yang agak penakut. Kalo yang lagi honeymoon cocok banget deh tempat ini...:))







   Sore hari saya berkeliling resort ini (karena BT juga kalo diam didalam kamar sambil nonton tv aja) hihihi, dan ternyata cuma saya dan keluarga saja yang menjadi guest resort orang lokal. Ternyata guest di kamar lantai dasar adalah WNA. Lalu ketika saya lagi santai-santai di balkon depan kamar, ada visitor lain yang baru check-in dan mereka menenmpati kamar disebelah saya. dan lagi-lagi foreigners. Kulitnya putih dan rambutnya pirang. Bule-bule tersebut setelah check-in mereka dandan di depan kamar, dan ternyata untuk melakukan pemotretan editorial magazine. (wah jangan-jangan model terkenal di negaranya nih).

    Membunuh rasa BT dengan menonton model-model yang lagi foto, wah lama-lama BT juga cuma nontonin aja. whahahha. Akhirnya saya jalan-jalan kedepan resort tepatnya ke jalan raya kedawetan. Disini untuk membeli makanan juga tidak sulit. Kurang lebih 50 meter saya menemui indomar*t untuk membeli cemilan dan minuman ringan yang harganya sama seperti di Jakarta (mantapp..) hihihi. karena pengalaman saya di kuta ketika membeli minuman di minimarket (bukan indom*rt) selisih harganya lumayan, sekitar 2-3 ribuan. Jadi carinya lebih enak ya (indom*rt). #BukanPromosi. hihihi,, based on pengalaman jadi lumayan buat menghemat anggaran #Tsahh.. hahahha. lalu didepan jalan raya tidak jauh dari resort juga terdapat banyak rumah makan. Saya membeli nasi goreng seafood cuma Rp.15.000,- Pecel ayam + Nasi Rp.11.000,- dan yang lebih menganggetkan adalah beli rujak cuma Rp.3.000,- gak bakal ketemu ini di Jakarta rujak seharga 3 ribu rupiah saja pemirsa.. hihihi.












   Ketika saya kesini itu bertepatan dengan musim durian. jadi saya menyempatkan juga membeli durian lokal yang jatuhan pohon. harganya murah.. pinter-pinter nawar aja yang penting. saya mendapatkan 2 buah durian dengan harga Rp. 25.000,-

 Suasana resort ketika malam hari juga walaupun sepi tetapi tidak menyeramkan.  Taman resort pada malam hari dihiasi oleh lampu taman yang berbentuk lampion-lampion unik. Lalu kalo lapar atau mau duduk-duduk santai juga terdapat restoran yang buka 24 Jam. 

   Pagi hari, kami sarapan ke restoran. ketika kami datang restorannya sepi sekali,, hanya ada 2 orang bule yang menginap dikamar bawah sedang sarapan dan 2 orang pelayan restoran. Dengan pelayanan yang ramah, kami diarahkan menuju meja yang telah disiapkan. Lalu kami disuguhi daftar menu sarapan. Terdapat western food (sausage, puff, dll) atau indonesian food (nasi goreng, bubur ayam) terdapat pada pilihan menu. Kami memilih menu indonesian food yaitu nasi goreng. Sebagai minumannya kami memilih orange juice. dan kami juga diberikan sepiring buah dan teh hangat.



   Rasa makanannya lezat... the dishes were cooked well. karena hanya dapat jatah u/ 4 orang (2 kamar) jadi kami menambah bayar 1 orang agar ikut sarapan semua.. hihihi. charge nya kurleb Rp.55.000,-


Pemandangan dari restoran




   Selesai sarapan, saya menuju kamar untuk siap-siap berenang. di resort ini terdapat 2 kolam, satu kolam yang terletak didepan restoran merupakan kolam renang air hangat. Kolam pertama yang saya datangi yang terletak di ujung dilantai dasar.


   Well, udah excited pake baju renang bersama mama, kakak dan keponakan saya. Akhirnya sebelum nyebur mama saya menyarankan saya ngecek kedalaman kolamnya,, akhirnya saya pegangan di pinggir-pinggir kolam dan ternyata udah pegangan pinggir kolam aja dasar kolamnyanya itu gak kesentuh kaki saya pemirsahh,, sumpah dalem banget ini kolam.. hahahhaha. Kurang lebih dalamnya 180 cm keatas. yah jelas aja kita yang orang indonesia dengan rata-rata tinggi 160 cm dan mayoritas gak bisa berenang gak berani kalo gak pegangan pinggiran kolam... whahahahha.

huuuu... saya pikir kolamnya itu ada yang dangkal baru lama-lama semakin dalam.. (kayak kebanyakan kolam yang ada di puncak gitu) #halahhh... mungkin kolamnya emang didesain buat orang bule yang jangkung-jangkung kayaknya.. whahahhaha

  Akhirnya karena penasaran ada 2 kolam di resort, saya pindah ke kolam depan restoran dengan harapan disini lebih dangkal kolamnya.



   dan ternyataaa... sama aja pemirsah dalamnya.. ett kurang lebih 180 cm keatas itu dalam kolamnya.. hanya airnya saja yang beda, di kolam ini airnya hangat... yahhhh kecewa deh pemirsah,, akhirnya yang awalnya niat mau berenang di kolam renang berakir dengan berenang di bath tube kamar, lumayan untuk mengobati rasa kekecewaan yang amat mendalam (berlebihan) :))

   Selesai mandi dan beres-beres koper, siang harinya kami check out dari Puri Bunga Resort and Spa Ubud menuju airport untuk mengejar keberangkatan kami ke Jakarta sore harinya. Perjalanan dari Ubud menuju airport kurang lebih 1-1,5 jam. Keluar dari gate resort kami menemui banyak sekali bule manca negara yang bersiap-siap untuk rafting. wahh,, saya belum nyobain rafting di Ubud. mudah-mudahan di lain kesempatan bisa balik kesini untuk rafting dan bawa ban juga buat persiapan berenang :))

   Berakhirlah perjalanan liburan saya dan keluarga di Bali. I had a nice trip here. Bali benar-benar mengesankan. I hope someday I will be back soon.. see you next time Bali :)

Related Post :

Vacation to Bali - Day 5
Vacation to Bali - Day 4
Vacation to Bali - Day 3
Vacation to Bali - Day 2
Vacation to Bali - Day 1

   

Vacation to Bali - Day 5 : Pantai Nusa Dua - Ubud

   Memasuki hari ke-5 di Bali nih saudara-saudara, bertepatan pada hari senin 7 April 2014 (lengkap bingits ya) hihihi. Matahari pagi memasuki kamar tempat saya menginap di lantai dasar Pop Hotel Kuta Bali. bergegas saya cuci muka untuk bersiap-siap sarapan (mandinya nanti aja abis sarapan) huahahahha, karena pengalaman pada hari minggu pas saya sarapan di hotel, ramenya ampunn bingits,, (pas weekend sih). Nah, keutamaan menginap di Pop Hotel kuta ini adalah sarapannya gak terbatas hanya untuk 2 orang visitor aja pemirsa,. jadi satu kamar walaupun isinya ada 5 orang boleh sarapan semuanya,, cihuyy.. whahahha.

   Karena saya liburannya dengan keluarga yang total keseluruhan 5 orang + 1 balita, jadi di Hotel sebelum kami menginap disini yah ada 1 orang yang tidak ikut sarapan, makan diluar atau tambah charge untuk ikut sarapan. berbeda dengan di Pop Hotel kuta ini, semuanya turun untuk sarapan,. whahahha. dan pas hari minggu saya sarapan jam 8 pagi itu membludak banget orang-orang yang mau sarapan, mirip kondangan... *lohh hahhaha, Jadi kalo mau sarapan disini better pagi sekitar jam 7 deh :)) . Di Pop Hotel Kuta ini menu sarapannya adalah nasi djinggo yang bisa diambil sepuasnya. Porsinya gak begitu banyak, tapi cukup mengenyangkan buat orang yang perutnya gak dalem tampungannya ^^v. Saya makan 1 bungkus aja udah cukup kenyang, ada juga yang ambil 2,3, 4, bahkan ada yang bawa kantong buat dibawa buat makan siang dan malam. wkwkwkkw.. (jangan ditiru ya).. NB : kalimat yang terakhir just kidding :))

   
   Nasi djinggo itu adalah nasi (terdapat pilihan nasi putih  kuning, hijau dan merah dengan lauk bihun, telor (1/8) , tempe orek dan sambal) dibungkus sedemikian rupa membentuk kerucut. Menu lainnya ada juga roti bulat tanpa isi, kopi, teh, dan menu tambahan lain (pengalaman saya menginap disini 3 hari 2 malam menu lain tambahannya adalah bubur candil pada sarapan hari pertama, kemudian hari keduanya adalah bubur sum-sum).
  
   Setelah perut kenyang, kami bersiap-siap untuk check-out karena kami akan pindah ke tempat penginapan lain di Ubud. Rasanya kalo saya balik lagi ke Bali someday, hotel ini bakalan jadi tujuan utama saya lagi untuk tempat nginep,. karena harganya cukup terjangkau dibanding hotel-hotel lain yang letaknya dekat pantai kuta. Cukup jalan kaki gak nyampe 10 menit aja keluar kita sudah sampai di pantai kuta. Apalagi kalo malam hari dan malam minggu itu ramee banget,. dan saya belum sempet jalan-jalan malem disekitar kuta - jimbaran karena udah kecapen jalan-jalan seharian, jadi begitu sampe hotel paling jalan-jalannya yang gak jauh-jauh dari sekitaran hotel. 



 



   Disini nyari makan gampang banget, jalan ke belakang sebelum jalan legian masih dalam gang itu banyak rumah makan yang menjual makanan halal. Ke bagian depan di jalan pantai kuta itu lebih banyak lagi, ada beach walk mall, McD, sevel, dll. Saya sendiri pas pesan McD delivery itu bisa sampe ke hotel. deliverynya gak nyampe 30 menit, makanan sudah tiba di depan pintu kamar hotel. Cihuy...

  Suasana hotelnya juga cozy dan cheerful. Suka banget sama colour block di hotel ini, dari luar bangunan sampe interor design dalam kamarnya. Kolam renangnya juga berukuran besar, jadi pas buat berenang walaupun rame. :)) kamar mandi yang berbentuk tabung juga lucu, walaupun ukurannya kecil tapi gak mengurangi fungsinya sebagai tempat mandi dll,.
  
scenery from my room
   Sekitar pukul 9 pagi, saya check out dari hotel. setelah memasukan semua baggages kedalam mobil, kami beranjak dari hotel menuju pantai Nusa Dua, kami melewati jalan legian dana menyempatkan diri untuk melihat sebentar monumen bom Bali.  Menempuh waktu kurang lebih 30-40 menit menuju selatan Bali, kami akhirnya tiba di Nusa Dua. FYI, kawasan Nusa Dua memang berisi resort-resort yang Woww, expensive dan luxurious pastinya.

 

 Pantai Nusa Dua terdapat adi ada pantai yang memang tidak boleh dimasuki kecuali pengunjung hotel, tapi ada juga pantai yang bisa dimasuki oleh pengunjung umum. Berdasarkan petunjuk driver kami kami, dari The Bay kita ambil ke arah kiri,. ke arah kanan juga ada yang bisa dimasuki umum. Memasuki Nusa Dua, kami mengarahkan kaki kami ke sisi kanan terlebih dahulu untuk berjalan-jalan melihat suasanan pantainya. Ketika saya kesana melihat-lihat sekeliling terdapat staff pengelola resort yang menawarkan untuk fasilitas berenang. 

Pantai untuk umum
Pantai khusus guest hotel
   
   Sepanjang mata memandang kebanyakan bule yang berenang dan bersliweran. Setelah jalan-jalan kayak orang kebingungan (apasih) wkwkwk. Kami ditawari untuk menggunakan fasilitas dari sana,. jadi harga 1 orang dikenakan Rp. 150.000,- (fasilitas handuk dan shower room dan bangku as shown at above pic) Pantainya masih segaris dengan pantai untuk pengunjung hotel. Cuma ditengah-tengah nya ada security yang siap meniupkan priwitnya bagi pengunjung yang memasuki area pantai untuk guest hotel only. Whahahhaha. Well, I don't know exactly, in case kita cuma mau berenang tanpa fasilitas itu tetap dikenakan Rp. 150.000,- per orang atau enggak. Karena dihitungnya per-orang. wah hampir Rp. 750.000,- untuk kami sekeluarga. cukup mahal boo... berhubung saya udah puas berenang di pantai pandawa dan harga sewa payung di Pandawa juga cukup terjangkau untuk sewa payung seharian sampe bosen,. hahahha. jadi saya ke Nusa Dua sekedar ingin melihat-lihat, main air dan foto-foto sebelum menuju Ubud. hihi (narsis teruss). akhirnya kami beranjak beranjak keluar mengarah ke sisi kiri kawasan Nusa Dua.

   Nah, disisi kiri nusa dua kami disambut oleh pantai lainnya disisi timur Nusa Dua, disini ombak pantainya sangat tenang, dan sepiiii,,, (mungkin masih pagi kali ya). nah ini pantai yang free yang dimaksud bli made (driver kami).









  Saya berjalan-jalan menyusuri bibir pantai hingga pada ujungnya terdapat tanjakan yang menuju bukit diatas karang. diatas ini terdapat pohon-pohon kamboja dan diujung puncak bukitnya terdapat pura Nusa Dua.


 


   





   Puas berkeliling, main air dan foto-foto tentunya, hihihi. kami melanjutkan perjalanan kami menuju Istana Tampak Siring. dari Nusa Dua kesana menepuh waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Tiket masuk per orang wisatawan domestik Rp.15.000,- .Setelah memasuki gate masuk kita diharuskan memakai kain bali yang telah disediakan oleh pengelola tempat wisata. FYI, disini banyak terdapat juru foto yang akan mendekati kita. Harganya gak begitu mahal, saya ditawari Rp. 50.000,- (2 Foto) setelah tawar menawar saya mendapatkan harga Rp. 50.000,- untuk 3 foto. Well, these are the results : 

 

   Di dalam tempat wisata Istana Tampak Siring initerdapat kolam pemandian (Tirtha Empul). Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah. terdapat banyak pancuran di kolam tersebut, masing – masing pancuran itu menurut tradisi mempunyai nama tersendiri diantaranya pancuran Pengelukatan, Pebersihan, Sudamala dan Pancuran Cetik (Racun). Kita bisa cuci muka sesuai di pancuran yang kita inginkan. yang gak boleh ada 2 pancuran (CMIIW) pancuran untuk memandikan orang yang meninggal dan pancuran cetik. Jadi jangan asal cuci muka aja ya ,,, hahahha. harus tau mana pancuran yang boleh dan enggak..

  Istana Tampak Siringnya sendiri berada diatas, hanya Istana Tampak Siring ini sekarang tidak dibuka untuk umum, jadi kita hanya bisa foto2 dari bawah seperti foto saya diatas (tengah).

  
   Setelah kurang lebih dua jam kami mengelilingi kawasan wisata Istana Tampak Siring ini, setelah puas foto-foto, jalan-jalan dan berbelanja kami beranjak dari sini menuju Ubud. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit sampailah kami di Puri Bunga Resort dan Spa Ubud. Well, berhubung tulisannya udah banyak, postingan mengenai liburan saya dan keluarga di Puri Bunga Resort dan Spa akan saya tulis pada postingan saya berikutnya. Thank u for reading :)

Related Posts : 

Vacation to Bali - Day 1
Vacation to Bali - Day 2
Vacation to Bali - Day 3
Vacation to Bali - Day 4
Vacation to Bali - Day 6 


  

Vacation to Bali - Day 4 : Kebun Raya Eka Karya Bali - Bedugul - Tanah Lot

   Wuhuu,, sudah memasuki hari keempat di Bali. Gak terasa banget disini., pada hari ke-4 liburan saya di Bali, kami berencana mengunjungi 3 tempat wisata. Pagi hari kami berangkat dari Pop Hotel Kuta sekitar jam 9 pagi. Perjalanan dari kuta menuju Kebun Raya Eka Karya Bali ditempuh kurang lebih selama 1,5 jam menuju tengah - utara Bali. Kebun Raya Eka Karya Bali terletak di Kecamatan Baturiti, kabupaten Tabanan Bali.

   Perjalanan yang kami tempuh cukup mulus tanpa ada kemacetan seperti di Jakarta. hehe. Kita akan disambut oleh pemandangan alam yang sangat indah. Jalan yang berkelok-kelok menanjak ditambah udara yang sejuk akan kita rasakan diperjalanan menuju tempat wisata tsb.

  Sampai di tempat wisata, hal yang dilakukan yakni tentunya beli tiket masuk. hehehhe. Harga tiket masuk per orang untuk wisatawan domestik Rp. 8.000,-  Setelah melewati gerbang, kita akan disambut oleh deretan patung yang sangat artistik. Ada 1 patung berukuran cukup besar yang sangat iconic (cuma lupa patung apa itu namanya) .. :/ yang jelas cukup bagus untuk dijadikan spot foto bagi yang narsis. :))


   Selesai foto-foto, kami melanjutkan mengelilingi Kebun Raya Eka Karya Bali, saya mengunjungi sebuah rumah besar yang atapnya terbuat dari kaca dimana didalamnya berisi berbagai macam tumbuhan kaktus. Selain itu saya juga mengunjugi taman anggrek dimana berbagai macam tumbuhan jenis anggrek ada didalamnya.




  Rasanya ingin sekali berlama-lama disini. Berhubung masih ada dua tempat wisata yang ingin kami kunjungi, jadi kami hanya sekitar 1 jam berada di tempat ini. Kami beranjak dari kebun raya Eka Karya Bali menuju danau Beratan, Bedugul. Jaraknya hanya sekitar 10-15 menit dari sini. 

   HTM tempat wisata Danau Beratan ini adalah Rp. 10.000,- yang menjadi icon di tempat ini pastinya adalah pura yang terletak di tengah danau Beratan.



  Di tempat wisata Danau Beratan ini selain terdapat pura juga terdapat tempat bermain anak-anak (ada ayunan, etc) lalu disini juga tidak perlu khawatir untuk yang mau beli oleh-oleh juga terdapat toko-toko yang menjualnya, harganya juga terjangkau. Kira-kira 2 jam cukup untuk kita mengelilingi tempat wisata ini. Puas berwisata dan berbelanja, kami makan siang di RM Ayam Taliwang yang terletak tepat diseberang pintu masuk tempat wisata. Tempat ini saya rekomendasikan karena harganya yang terjangkau dan rasa makanan yang lezat. Disini juga terdapat mushola yang terletak di bagian belakang rumah makan. Jadi bagi yang muslim gak perlu khawatir gak bisa sholat karena susah cari mushola :)

   Kenyang mengisi perut dan sholat zuhur, saya dan keluarga beranjak dari kawasan wisata Bedugul menuju Tanah Lot (back to south Bali). hihihi. Perjalanan ditempuh kurang lebih 1,5 - 2 jam.

   HTM Tanah Lot untuk wisatawan domestik Rp. 10.000,- Jalan memasuki kawasan wisata di sisi kanan dan kirinya di penuhi oleh lapak pedagang yang menjual berbagai oleh-oleh. Lagi, dengan harga yang terjangkau saudara-saudara. Pinter-pinter nawar aja pasti bakal bisa borong deh. hehehhe. FYI, Di Tanah Lot dengan harga Rp. 10.000,- s.d Rp. 15.000,- saja kita akan mendapatkan berbagai jenis kalung yang bagus-bagus saudara-saudara.



  Ketika kunjungan kami kesini, air lautnya sedang surut. Jadi bisa  jalan-jalan menuju pura diatas karang. Lalu di Tanah Lot ini saya juga mengunjungi gua dimana didalamnya terdapat ular suci. Setelah memberikan sumbangan seikhlasnya, orang-orang mengantri untuk memegang ular tersebut dimana mitosnya keinginan dan cita-cita akan tercapai jika kita memegang ular tersebut kemudian mengucapkan keinginan dan harapan (wallahualam). Well, cukup menegangkan nih. Tapi setelah megang badan ularnya biasa aja sih. hihhihihi. untung kepala ularnya gak ditampakin. Jadi cuma bagian badannya aja, Giliran seorang cowok di depan saya pas kepala ularnya menghadap depan. alhasil cowok tersebut ketakutan gak mau pegang sampe diledekin temen-temennya.  Tapi akhirnya kepala ularnya muter lagi, baru deh cowok tsb berani megang. hahahahha..



 Selain dibawah kita juga bisa jalan menaiki sampai puncak tebing disisi lainnya. Sayangnya saya berkunjung kesana ketika sore hari dan bertepatan dengan akhir pekan. Jadi banyak orang yang berkumpul untuk sekedar duduk, foto-foto dan melihat pemandangan. jadi saya mencari tempat yang sepi aja buat foto-foto biar lebih khusyuk fotonya #Lohhh



  Saya rekomendasikan ke Tanah Lot ini kalo paling enak memang sore hari, selain udaranya gak begitu panas kita juga bisa menikmati sunset dari bawah atau atas tebing yang pemandangannya langsung laut lepas dan itu indahhh bingiit... Sayang acara ngeliat sunsetnya terganggu kumpulan awan hitam a.k.a mendung, dan hujan yang turun membuat penonton bubar saudara-saudara. Hahahha,. semuanya bubar mencari tempat perlindungan untuk berteduh.

   Sekian perjalanan wisata hari ke-4 saya di Bali. Thank u for reading :)